My awesome top bar
My awesome top bar

Apa yang dimaksud reksa dana?

Reksa dana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Namun, meskipun produk ini paling direkomendasikan Perencana Keuangan, Reksadana belum populer di masyarakat. Salah satu sebabnya adalah Pengertian Reksadana yang masih disalahpahami dan literasi masyarakat yang masih rendah soal investasi di Reksa dana.

Apa yang dimaskud dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB)?

NAB adalah nilai pasar suatu produk Reksa Dana setelah dikurangi seluruh kewajiban atas biaya-biaya pengelolaan dalam Reksa Dana. NAB adalah nilai yang sudah bersih dari pajak (nett).

Apakah Reksa Dana termasuk Objek Pajak?

Hasil investasi Reksa Dana tidak dikenakan pajak sesuai dengan UU no 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 3 Huruf i yang menyatakan bahwa: "Yang dikecualikan dari objek pajak adalah bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif".

 Reksa Dana merupakan wadah untuk menghimpun dana pemodal yang akan dikelola oleh MI. NAB yang diterima pemodal merupakan selisih imbal hasil yang telah dikurangi biaya MI, Bank Kustodian, pajak, dsb. Pajak dalam biaya tersebut adalah kewajiban dari MI sehingga imbal hasil yang diterima pemodal sudah nett.

 

Apa yang dimaskud dengan Unit Penyertaan (UP)?

UP adalah unit penyertaan atas kepemilikan setiap pihak / investor dalam investasi pada portfolio Reksa Dana.

Apa yang dimaskud dengan Prospektus?

Prospektus adalah ringkasan dari Kontrak Investasi Kolektif (KIK) antara MI dan Bank Kustodian. Prospektus berisi seluruh informasi yang dijelaskan secara detail mengenai sebuah produk Reksa Dana yang ditawarkan ke publik sehingga dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi.

Apa yang dimaskud dengan Bank Kustodian

Pihak yang bekerja sama dengan MI bertanggungjawab untuk menyimpan dan mencatat seluruh aset Reksa Dana. Bank Kustodian juga bertanggung jawab mengurus administrasi, mengawasi proses, dan menjaga dana investasi yang kamu miliki. Bank Kustodian izin sebagai Kustodian yang diberikan oleh OJK.

Siapakah Bank Kustodian dari Capital Asset Management?

Hingga saat ini, Pihak Bank Kustodian dari Capital Asset Management adalah:

  • Bank Danamon
  • Bank DBS

Mengapa Reksa Dana lebih baik dibanding berinvestasi langsung di pasar modal?

Investasi di Reksa Dana menjadi pilihan yang tepat bagi investor pemula yang belum memiliki pengalaman berinvestasi dan/atau investor yang tidak memiliki waktu untuk mengelola dana yang diinvestasikan secara langsung. Dengan minimum pembelian yang rendah, Reksa Dana dapat menjadi pilihan investasi yang lebih terjangkau bagi pemula dan dikelola oleh Manajer Investasi yang telah memiliki pengalaman dan keahlian dalam menganalisa serta mengevaluasi portfolio investasi agar dapat membuat keputusan investasi guna mencapai imbal hasil yang optimal.

Apakah Reksa Dana aman dan dilindungi oleh pemerintah?

Reksa Dana diawasi oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Manajer Investasi memiliki Izin yang diberikan oleh OJK untuk dapat mengelola produk - produk Reksa Dana. Sebuah Perusahaan yang telah memiliki Izin sebagai Manajer Investasi, terdaftar pada situs resmi OJK. Selain itu terdapat juga Bank Kustodian yang mengurus administrasi, memberikan laporan bulanan untuk investasi reksa dana dan turut menjaga dana investasimu.

Apa saja risiko dalam berinvestasi Reksa Dana?

1. Risiko Berkurangnya Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Nilai setiap Unit Penyertaan (UP) produk Reksa Dana dapat berubah akibat kenaikan atau penurunan NAB Reksa Dana yang bersangkutan. Terjadi perubahan karena disebabkan perubahan harga efek dalam portofolio

2. Risiko Perubahan Politik, Ekonomi dan Peraturan

Perubahan atau memburuknya kondisi perekonomian, politik maupun peraturan khususnya pada bidang pasar modal di dalam maupun luar negeri dapat mempengaruhi nilai investasi.

3. Risiko Likuiditas

Dapat terjadi penjualan kembali (redemption) oleh pemegang UP yang sangat tinggi dalam jangka waktu pendek dimana pembayaran tunai oleh Manajer Investasi (MI), maka MI dapat mengalami kesulitan likuiditas untuk menyediakan dana secara mendadak. Dalam kondisi luar biasa (force majure) atau kejadian (baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya) diluar kuasa Manajer Investasi, penjualan kembali dapat pula dihentikan untuk sementara sesuai dengan ketentuan dalam KIK dan Pertaturan OJK.

4. Risiko Wanprestasi

Dalam kondisi luar biasa, penerbit dari surat berharga dan/atau efek yang termasuk portofolio investasi Reksa Dana atau pihak lainnya yang berhubungan dapat wanprestasi (default) dalam memenuhi kewajiban sehingga berpotensi menyebabkan hilangnya nilai investasi.

5. Risiko Pembubaran dan Likuidasi

Dapat dibubarkan apabila:

  • Diperintahkan OJK;
  • NAB Reksa Dana menjadi kurang dari IDR 10 Milyar selama 90 Hari Bursa berturut-turut; Dari KIK Reksa Dana, Manajer Investasi akan melakukan pembubaran dan likuidasi, sehingga hal ini akan mempengaruhi hasil investasi Reksa Dana.

 

Bagaimana cara memilih Reksa Dana?

1. Tentukan Profil Risikomu

Setiap investor memiliki kemampuan dan kepribadian yang berbeda-beda. Dengan mengetahui karaktermu menentukan produk Reksa Dana yang sesuai akan menjadi lebih mudah. Terdapat 3 karakter investor yaitu:

  • Tipe Konservatif

Memiliki toleransi risiko yang rendah sehingga cenderung menghindari risiko. Lebih sesuai memilih jenis investasi yang relatif stabil seperti Reksa Dana Pasar Uang. Untuk tipe konservatif Capital AM memiliki produk Reksa Dana Pasar Uang yang sesuai dengan profil risiko tersebut yaitu Capital Money Market Fund

  • Tipe Moderat

Memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dalam menghadapi risiko investasi. Tipe ini mulai terbiasa dan memahami adanya fluktuasi dalam pasar modal. Untuk tipe ini bisa memilih jenis investasi dengan risiko yang lebih tinggi seperti Reksa Dana Pendapatan Tetap. Capital AM memiliki produk Reksa Dana Pasar Uang yang sesuai dengan profil risiko tersebut yaitu Capital Fixed Income Fund

  • Tipe Agresif

Memiliki toleransi risiko yang tinggi. Terbiasa dengan fluktuasi harga dalam pasar modal. Siap kehilangan dana modalnya untuk imbal hasil yang besar. Cocok berinvestasi di Reksa Dana Saham. Capital AM memiliki produk Reksa Dana Pasar Uang yang sesuai dengan profil risiko tersebut yaitu Capital Optimal Equity.

2. Tentukan Tujuan Investasimu

Dalam memulai berinvestasi, hal utama yang perlu dilakukan adalah menentukan Tujuan investasi. Tujuan investasi tersebut dapat berupa kebutuhan dana pendidikan, kebutuhan liburan, kebutuhan dana pension, kebutuhan aktualisasi diri seperti untuk membeli barang seperti laptop, mobil, atau rumah. Investasi juga bisa digunakan untuk dana darurat bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan menentukan tujuan investasi, kamu bisa memperkirakan jangka waktu investasi untuk memenuhi tujuan tersebut. Jangka waktu ini dapat mempermudah kita dalam memilih produk Reksa Dana yang sesuai.

 

Bagaimana cara memilih Reksa Dana?

1. Tentukan Profil Risikomu

Setiap investor memiliki kemampuan dan kepribadian yang berbeda-beda. Dengan mengetahui karaktermu menentukan produk Reksa Dana yang sesuai akan menjadi lebih mudah. Terdapat 3 karakter investor yaitu:

  • Tipe Konservatif

Memiliki toleransi risiko yang rendah sehingga cenderung menghindari risiko. Lebih sesuai memilih jenis investasi yang relatif stabil seperti Reksa Dana Pasar Uang. Untuk tipe konservatif Capital AM memiliki produk Reksa Dana Pasar Uang yang sesuai dengan profil risiko tersebut yaitu Capital Money Market Fund

  • Tipe Moderat

Memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dalam menghadapi risiko investasi. Tipe ini mulai terbiasa dan memahami adanya fluktuasi dalam pasar modal. Untuk tipe ini bisa memilih jenis investasi dengan risiko yang lebih tinggi seperti Reksa Dana Pendapatan Tetap. Capital AM memiliki produk Reksa Dana Pasar Uang yang sesuai dengan profil risiko tersebut yaitu Capital Fixed Income Fund

  • Tipe Agresif

Memiliki toleransi risiko yang tinggi. Terbiasa dengan fluktuasi harga dalam pasar modal. Siap kehilangan dana modalnya untuk imbal hasil yang besar. Cocok berinvestasi di Reksa Dana Saham. Capital AM memiliki produk Reksa Dana Pasar Uang yang sesuai dengan profil risiko tersebut yaitu Capital Optimal Equity.

2. Tentukan Tujuan Investasimu

Dalam memulai berinvestasi, hal utama yang perlu dilakukan adalah menentukan Tujuan investasi. Tujuan investasi tersebut dapat berupa kebutuhan dana pendidikan, kebutuhan liburan, kebutuhan dana pension, kebutuhan aktualisasi diri seperti untuk membeli barang seperti laptop, mobil, atau rumah. Investasi juga bisa digunakan untuk dana darurat bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan menentukan tujuan investasi, kamu bisa memperkirakan jangka waktu investasi untuk memenuhi tujuan tersebut. Jangka waktu ini dapat mempermudah kita dalam memilih produk Reksa Dana yang sesuai.

 

Apakah Reksa Dana termasuk riba?

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah menjelaskan status investasi reksadana sebagai bagian dari proses jual beli yang diperbolehkan di mata Islam. MUI juga mengeluarkan fatwa No. 20/DSN/-MUI/IV/2001 yang membolehkan kaum muslim untuk berinvestasi Reksa Dana. Telah banyak produk Reksa Dana Syariah yang dapat kamu pilih disamping produk Reksa Dana Konvensional.

Apa yang membedakan Reksa Dana Konvensional dan Syariah?

Berbeda dengan Reksa Dana Konvensional yang dapat berinvestasi di semua instrument investasi, Reksa Dana Syariah dikelola mengikuti prinsip Syariah dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Dalam Reksa Dana Syariah juga terdapat proses cleansing yang berarti proses pembersihan pendapatan tidak halal pada Reksa Dana Syariah, contoh pendapatan dari bunga bank. Hal ini dapat terjadi jika dana mengendap terlalu lama di Bank Kustodian sheingga menghasilkan bunga bank. Hasil proses cleansing biasanya disumbangkan untuk keperluan amal. Jadi kamu tidak perlu ragu untuk mulai berinvestasi di Reksa Dana Syariah. Capital Asset Management juga memiliki produk Reksa Dana Syariah yang dapat kamu pilih seperti Capital Sharia Money Market.

Bagaimana cara berinvestasi Reksa Dana?

1. Langsung ke Capital Asset Management

  • Mengisi formulir pembukan rekening formulir pembelian Reksa Dana dengan lengkap lalu berikan kepada staf pemasaran kami atau melalui fax 021 2277 3900 sesuai dengan cut-off time (COT) yang berlaku.
  • Formulir Pembelian dapat diundur di website capital-asset.co.id
  • Transfer sejumlah uang yang diinginkan ke rekening produk reksa dana yang dituju
  • Dokumen lengkap (beserta bukti transfer dan dokumen pendukung lainnya) yang diterima sebelum pukul 13.00 WIB, serta dana pembelian produk telah diterima sebelum pukul 15.00 WIB, maka akan diproses menggunakan NAB pada akhir hari yang sama
  • Surat Konfirmasi diterbitkan oleh Bank Kustodian dan akan dikirimkan dalam waktu paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah pembelian.

2. Via Agen Penjual Reksa Dana

Hubungi Agen Penjual Reksa Dana informasi mengenai produk Reksa Dana Capital Asset Management untuk mulai berinvestasi. Capital Asset Management telah bekerja sama dengan 7 mitra distribusi diantaranya: Bareksa, Mirae Asset Sekuritas, Indopremier, Supermarket Reksadana, Investamart, Ajaib, dan BNI Sekuritas.

3. Pastikan telah membaca dan mengerti terlebih dahulu Prospektus Reksa Dana sebelum melakukan pembelian

Kembangkan Skala Finansial Anda

Investasi Sekarang

Jangan biarkan kesempatan berlalu, kami siap membantu anda meraih masa depan yang lebih baik.

Daftarkan diri anda melalui online form kami atau jika anda membutuhkan informasi lebih, biarkan petugas kami yang menghubungi anda.


Form Investasi     Hubungi Saya